Jumat, 26 Februari 2010
Inilah Rumah Kami: Love is Delicate
Posted by Tri Lestiyono dan Yeti Kartikasari at 20.47 0 comments
Love is Delicate

Ada sebuah kalimat menarik ketika membaca tulisan di majalah HAI,edisi valentine belum lama ini.
Begini bunyinya; "Love is Delicate. Ketika Cinta sudah berhasil dipersatukan, Cinta bukan cuma harus dipelihara tapi Cinta juga harus terus dikembangkan."
Menyentuh dan tajam. Benar!
Cinta, hehehehe, perasaan satu ini adalah anugerah paling indah dalam sejarah anak cucu Adam-Hawa. Tak mudah untuk mendedifinisikan apa itu Cinta. Sang pujangga, Sapardi Djoko Damono, yang terkenal dengan syairnya "Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,....", pernah mendeskripsikan cinta dengan syairnya yang berujar; Cinta adalah ketika perasaan jatuh cinta sudah padam dan euforia berdebar-debar sudah lenyap, namun aku dan kamu masih memtuskan untuk bersama."
Cukup dalam dan sentimentil. Sapardi melukiskan cinta, sebagai "penerimaan apa-adanya" terhadap dua insan yang jatuh cinta. Bahwa cinta tidak lagi sebatas memandang kecantikan atau kerupawanan, maupun lahiriyah lainnya yang menjadi mula dari perasaan ketertarikan dua orang satu sama lain.
Cinta yang paling dalam, berpuncak pada sebuah komitmen paling agung dan indah dalam kehidupan manusia, Pernikahan. Ketika "perayaan" cinta itu ditahbiskan, justru ketika kedua insan itu hatinya tak lagi diliputi romansa yang menggebu. Kenapa? Karena sudah saling mengenal satu sama lain; Sudah memahami sifat-sifat baik dan tidak menyenangkan yang mereka miliki , ketika segala "keindahan" yang menyebabkan mereka saling jatuh cinta sudah tidak lagi mereka rasakan. Hmmmmm... Ada sebuah penerimaan tulus dan ikhlas dari cinta yang sebenarnya.
Mmersatukan cinta bukanlah sebiah hal yang rumit, tapi juga tidak mudah. Ada banyak tahapan yang dilalui sebelum akhirnya meyakinkan diri, bahwa itu adalah cinta dan merasakan saling cinta.
Benar ketika banyak orang bilang, di awal perjalanan cinta, semua "tampak" begitu indah dan menyenangkan. Tapi bukankah sebenarnya, cinta diciptakan untuk membuat mahkluk di dunia ini berbahagia?
Lalu kenapa keindahan itu akan memudar di tengah-tengah perjalanan? Bahkan bagi sebagian orang, cinta menjadi hal menyakitkan sepanjang kehidupan mereka? Seolah-olah sebuah derita yang tak kunjung berakhir?
Barangkali, benar quotation majalah HAI yang kami cuplik, bahwa cinta tidak cukup dipersatukan saja. Melainkan setelahnya, harus terus dipelihara dan dikembangkan. Dipelihara dalam artian, terus dijaga "ke-sakralannya" seperti ketika saat cinta kali pertama di pertemukan. Dikembangkan, memiliki makna untuk memupuk dan "menguatkan" keberadaan cinta menjadi jauh lebih bermakna, dan kuat melebihi sebelumnya.
Tidak mudah memang. Butuh keihklasan dan pengorbanan kedua belah pihak untuk saling mengerti, memahami dan menjaga perasaan cinta tetap bermekaran, bahkan meski tak lagi musim berbunga.
Semoga, kita adalah orang-orang yang hatinya selalu diliputi romansa cinta dan punya keluasan dan kemauan untuk menjaga cinta dan memerkuat cinta. Sebab, tidak ada kebanggaan yang paling indah, selain memertahankan cinta selama-lamanya.
Salam Cinta,
Posted by Tri Lestiyono dan Yeti Kartikasari at 20.18 0 comments
Wikend..wikend...Wikend..

Rasanya "lamaaa" banget tidak posting tulisan terbaru. Padahal, baru dua (2) hari lalu posting terakhir. Kesibukan menyiapkan masa depan, cieee sejenak menyita waktu dan seolah-olah tidak menyisakan waktu untuk "bercerita."
Wikend yang menggairahkan bagi kami. Setidaknya menjadi "semangat" tersendiri untuk melakukan segala pekerjaan dengan segenap hati. Tentu saja dengan hati yang full happiness.
Benar yach, ketika kita melakukan segala sesuatu, khususnya pekerjaan, dengan hati yang senang, karena itu menjadi kesenangan kita, maka tidak ada lagi beban. Rasa letih terbayar.
Bersantai bersama keluarga, menekuni hobbi dan jalan-jalan adalah pilihan cerdas. Apalagi ini malam minggu. Jadi aroma wikend-nya menjadi terasa istimewa. Hehehehehe....
Kami yakin, teman-teman punya cara lain "menikmati" bukan "menghabiskan" wikend ini. Hmmm..ada aroma masakan yang tercium ke hidung kami, hayooooo....ada yang lagi masak-memasak yach? Hehehehhehe..
Mungkin ada juga yang memilih untuk nonton film di rumah? Memerdengarkan suara empuk dengan karaoke bersama? Apapun itu, pastinya menyenangkan.
Mudah-mudahan, tidak ada teman-teman yang mengeluh bosan dengan libur yang terasa begitu panjang tanpa punya aktivitas apa-apa. Sayang sekali khan?
Selamat wikend, selamat menikmati hari libur dengan suka cita dan selamat berbahagia....
salam sayang,
Posted by Tri Lestiyono dan Yeti Kartikasari at 19.52 0 comments
Rabu, 24 Februari 2010
Belajar Lagi, Coba Lagi...Belajar Lagi..Yuukk...(Curhat Yeti.com)

Ah, rasanya sudah lama sekali sahabat-sahabat saya, especially; Kaka dan Mita, support saya untuk bikin blog. Soalnya, beliau-beliau itu tahu banget, saya suka nulis-nulis. Memang siy kedengarannya telat banget yak, kalo baru sekarang saya mulai "serius" nge-blog. Secara namanya blog, blooger dan apalah tentang blog itu sudah dari kapan tahu (istilah Mita, wkwkwkw).
Waktu itu, masih jaman booming friendster-an, (untuk yang satu ini say thank's saya buat Adi, Jogja, yang udah ngajarin "main" FS).Saya manfaatin "notes" fs buat merangkai imajinasi. Lumayan banyak juga, karena setiap hari selalu ada satu (1) hingga dua (2) postingan.
Hingga era Fs digusur oleh Fb. Saya inget banget, dari Mita-lah, saya banyak tahu soal per-fb-an ini. Sebelumnya, cuman "ngintip-ngintip" sahabat kami, Tommy yang juga udah fb-an, kala itu.
Begitu tahu, kalo di fb juga ada medianya buat nulis-nulis, mulai deh saya "beraksi". Postingan yang biasa di fs "pindah rumah" ke fb. Lumayan banyak juga, karena pernah sehari ada tiga (3) hingga lima (5) postingan tulisan.
Pas lagi asyik fb-an gitu, mulai deh si Kaka, memerkenalkan blog. Kebetulan si jeng satu itu sukanya main-main blog. Beliau pula yang akhirnya dapat "tugas kehormatan" dari CEO untuk create company blog. Sedangkan saya "di-dhapuk" untuk men-support tulisan dan memilih foto.
Memang saya kurang suka ribet, so, tugas saya mencari ide bahan tulisan, pilih foto oke baik akivitas maupun narsis, terus diserahin ke mbak Kaka untuk di posting di blog kami. Tanpa berfikir lebih jauh pernak-pernik blog.
Saya juga inget banget, ketika Kaka dan Mita, men-support saya untuk ikutan lomba blog. Dari yang hadiahnya murah meriah pe juta-jutaan. Mereka bilang, saya support tulisan aja, untuk urusan bikin "rumah" plus tata letaknya, meraka yang ngurusin. Tapi dasar, belum dapat "hidayah" hehehe, saya cuek-cuek aja. Masih asyik nulis-nulis dan nge-tag di FB. Hehehehe.
Barulah sepekan ini, my beloved,yang hobi internetan juga, "mem-provakasi" saya untuk mulai menekuni blog. Okelah, saya setuju. Hehehehe..Bukan okelah kalo beg..beggitu..wkwkwkwkwkw..
Kami berbagi tugas, si mas yang "bikin rumah" dan saya yang akan "mengisi" wisma kami.
Hingga akhirnya, saya mulai berfikir untuk utak-utik sendiri blog kami. Beberapa blog sahabat sempat saya intip, dan inspiratif. Seperti memberikan pencerahan dan tentu saja ide segar. Untuk ini, thank' Hasty, yang kali pertama sudah berbaik hati membolehkan kami main-main ke "kediamannya" yang inspiring dan hoomy.
Tadinya, saya geregetan juga, melihat rumah kami yang masih "seadanya" dan hingga hari in juga masih terus "direnovasi", hehehehe. Sedangkan kediaman teman-teman kami sudah demikian nyaman dan mengesankan.
Tapi, si mas dengan sabarnya bilang, kalau untuk membuat rumah yang bagus dan menyenangkan untuk penghuni dan para tamu, mesti pelahan dan penuh sabar.
Baiklah. Ada benarnya juga!
Saya jadi mulai rajin untuk "bertamu" ke istana teman-teman dan belajar banyak dari kediaman mereka. Disamping tentu saja, terus aktif menulis dan menulis,...hmmm...
"membangun rumah" itu ternyata memerlukan proses panjang dan penuh pembelajaran. Semoga ini dari yang sederhana ini, kelak, suatu hari nanti kami dapat mewujudkan "rumah sebenarnya" yang cozy dan hoomy bagi kami dan tentu saja mereka yang bertandang ke rumah kami, kelak.
Semoga. Bukankah tidak ada impian yang tidak jadi kenyataan. Selama kita mau mengusahakannya. Tentu saja.
Tulisan ini Mita, Kaka, Tommmy dan my beloved, Tri, yang membuatku selalu belajar dan terisnpirasi..
Salam cinta,
Posted by Tri Lestiyono dan Yeti Kartikasari at 06.12 1 comments
Parasmu Menggetarkan Hatiku

...
Mana mungkin kulupa,
Senja itu sepasang matamu berkilat syahdu
Menatapku, tajam
Berkelebatan warna cinta memendar dari parasmu
Seperti bianglala
Seperti air terjun
Seperti gemericik anak sungai
Ah! Seperti segala yang memesona
Senja yang menjemput jelaga malam itu
masih mengiang di nadirku
dan engkau tahu
sejak saat itu,
aku yakin engkau milikku..
di-dedikasikan untuk kalian yang selalu jatuh cinta...
Posted by Tri Lestiyono dan Yeti Kartikasari at 05.55 0 comments
Thank's 2 Facebook!
"Hidup dan kehidupan ini dipenuhi dengan "Kebetulan" yang bukan "Kebetulan" dan selalu ada "Keajaiban" di setiap detiknya"
Berkat facebook pula, kami yang dibentang jarak begitu jauhnya, akhirnya bisa ngobrol dan sharing. Sampai detik ini sih masih merasa "wondering", tapi begitulah kenyataannya. Salut buat facebook.
Makanya, ketika sempat rame-rame ada fatwa facebook haram, kami tidak sepakat. Facebook hanya media, yang menjadi sentral dari segala tindakan baik dan buruk itu tergantung user-nya. Maka kami, lagi-lagi, meng-amini, bahwa tekonologi itu untuk memermudah dan mestinya digunakan secara bijak dan cerdas.
Facebook bisa menjadi"pintu", segala kemungkinan. Hmm, salah satunya kemungkinan bertemu soulmate. Hehehehe..Amiin.
Dua hari lalu, si Ye, baru ketemu dengan sahabat lamanya waktu SMU kelas 1 di Porong Sidoarjo. Ya gara-gara facebook juga.
Ceritanya, Ye dan Novi, dulu sempet satu (1) kelas ketika kelas 1.
Sampai Ye pindah ke Bali persahabatan terus berlangsung. Bahkan hingga Ye kuliah di Jogja dan Novi di Surabaya.
Hingga semester pertengahan sekitar tahun 2002 masih terjalin komunikasi.
Hingga, Ye kehilangan file alamat teman-teman dan itu yang membuat kontak terputus.
Kalau dihitung siy sudah hampir delapan (8) tahun tidak ketemu. Finally, sepekan ini kami dipertemukan lewat facebook. Thank's God! Kami bisa melepas rindu dan dijumpakan lagi.
Thanks' facebook make it happen.
TOP dah buat facebook...Teman-teman punya cerita soal facebook dan pertemuan indah? Di share yach...
(Jadi seperti mendengar lagunya Gigi yang berunsur facebook, hehehehehe)
Tulisan ini kami dedikasikan untuk "kami", sahabat terkasih,Novi Yanti Brail dan teman-teman yang punya kisah dengan facebook.
Salam dari hati,
Posted by Tri Lestiyono dan Yeti Kartikasari at 05.11 0 comments
Cilok dan Kopi Jahe
Hmmm,...sedang ingin ngobrolin remeh-temeh, setelah beberapa hari berkutat dengan kesibukan menyiapkan masa depan. Hehhhee.
Selain rumpian tentang cinta, diskusi soal makanan udah pasti masuk list "tema yang seru" untuk diperbincangin versi famili 100. Hehehehe.
Maka pilihan kuliner, jatuh pada cilok dan kopi jahe.
Cilok, kalo kata orang Bandung, aci dicolok itu jadi "snack" favorit kalo ketemu. Ups! Bola-bola daging, aslinya siy banyakan kanji itu, kekekekek, setelah eksperimen sana-sini, kami baru meng-amini, kalo pentol itu lebih sip dan oke bila dicocol dengan saus, kecap dan sambal botolan yang ber-brand. Hmmm...Selain lebih "nendang", juga higienis dari sisi kesehatan. Yaillah...
Memang, ada juga penjual cilok yang menyajikan jualannya itu bukan dengan saus dan kecap, melainkan bumbu kacang. Ini lebih asoy geboy lagi. Hmm, perpaduan yang unik dan maknyuss!
wutss!
So, makanan yang kalo kebanyakan disantap, bakal bikin perut kenyang ini jadi jajanan semi wajib buat kami kalo lagi ketemu.
Hmmm, sebagai teman untuk berbagi cerita, ada lagi "menu wajib" kami, kopi. Kebetulan sama-sama suka minuman ber-kafein ini. Beberapa merek pernah kami nikmati bersama, dan lagi-lagi setelah trial and error, kami menemukan paduan kopi yang "sip". Apalagi kalo bukan kopi jahe. Eits! Bukan sembarang jahe, tapi pake serbuk jahe.
Untuk urusan kopi ini, kami pernah hunting hingga ke Bangkalan, demi menikmati secangkir kopi. Pinginnya siy suatu hari punya kesempatan untuk menjelajah lebih banyak tempat lagi untuk merasakan kenikmatan kopi. Semoga.
Percaya tidak percaya, rasa kopi itu ternyata ada hubungannya dengan suasana hati. Kalo pas sedang rileks, bahagia, rasa kopi yang diracik lebih banyak pas dan enak. Tapi, jangan coba-coba bikin kopi dalam kondisi hati sedang dramatis atau bad mood, sudah dapat ditebak, rasa kopi sangat amburadul. Hehehehhe.
Selamat ngopi, selamat bersantai dan mari kita berbagi hati!
Salam dua hati,
Posted by Tri Lestiyono dan Yeti Kartikasari at 04.37 1 comments

